“Laulal Murabbi Ma’araftu Rabbi” “Kalau tidak kerana guruku, tidak akan kukenal siapa Tuhanku”, Pepatah Arab.
Suatu ketika murabbiku pernah berkongsi bagaimana dia menolak peluang perkerjaan dengan syarikat “middle east” kerana kepentingan dakwah yang memerlukan dia berada di Malaysia.
syarikat “middle east”@bayaran tinggi@can achieve financial freedom
why him?
he has engineering background, can speak english and arabic
why he does not take the chance? IMHO
dakwah wise: tuntutan fasa tersebut
his position: qudwah wise on that period
his comitment to dakwah (it might backfire for those who are not so comitted..)
what do i learn? (from emotional perspective only)
university years: power22…..(but how power is that? in number please)
now:
i can relate more on how insurmountable it is… but with mujahadah and tarbiyah (read: clear objectives, musyawarah and Allah’s guidance) it can be done
but then how do you feel it? how can you measure it? [remember! if you cannot measure, you cannot manage!]
Experience: i need to turn down an offer that i wish for……. due to certain circumtances which is far less important that the reason my murabbi turn down his offer….
Now! i can measure it..i can measure the emotion! the feeling! though is it just an estimation but if i can measure then it means i can manage…
‘Ketuanan Melayu’ releven dan tidak bercanggah dengan prinsip Islam. Malah ia merupakan anjuran yang bersifat islamik untuk menjaga maslahah ammah atau kepentingan umum berdasarkan illat seperti yang dinyatakan oleh Ibn Khaldun dalam kitabnya, Al Muqaddimah.
Ia bukanlah bermakna kepentingan bangsa atau kaum lebih diutamakan dari Islam. Keadaan ini sama seperti ‘Ketuanan Quraisy’ dalam pemerintahan khalifah yang masih meletakkan Islam sebagai prioriti teratas dalam pemerintahan mereka.
Di sana terdapat banyak hadis-hadis sahih berkenaan prasyarat pemerintah mestilah dari keturunan Quraisy. Salah satunya ialah sabda Nabi s.a.w. yang berbunyi:
Maksudnya: “Para Imam (mesti) dari golongan Quraisy.” [HR Ahmad dan al Baihaqi]
Apakah Nabi s.a.w. bersifat perkauman sempit dengan bersabda demikian? Nauzubillahi min zaalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari persangkaan buruk sedemikian.
selain dari itu, jika kita melihat hadith ini sebatas zahirnya semata-mata, sesunguhnya perkara ini telah lama disalahi dengan melihat sejarah di mana antaranya khilafah uthmaniyyah dan empayar melayu melaka yang bukan dari golongan quraisy…..maka pemahaman sebagaimana yg dibawakan oleh hadith ini?
Menurut Ibn Khaldun, sebenarnya illat yang melatarbelakangi kepimpinan di tangan Quraisy ialah kerana mereka merupakan golongan yang kuat dan berwibawa. Tidak ada satu bangsa yang dapat menandingi mereka dalam hal kewibawaan politik. Dengan demikian hanya merekalah yang berhak memegang kekuasaan politik.
Penyerahan kekuasaan kepada golongan lain akan menimbulkan kekacauan dan tidak menolak kemungkinan akan terjadi peperangan sesama umat Islam tanpa ada yang dapat menyelesaikannya. Menurut beliau, illat yang terkandung dalam penyebutan golongan Quraisy akan terus berlaku dengan syarat asabiyyah (kekitaan), kewibawaan dan kekuatan politik dapat dipenuhi.
Ibn Khaldun menyebutkan:
“Kerana itu, kita pun menganggapnya sebagai satu prasyarat yang mendesak bagi seseorang yang bertugas menguruskan persoalan kaum Muslimin supaya dia termasuk golongan orang-orang yang kuat perpaduannya, dan mengatasi perpaduan bangsa-bangsa lain yang semasa dengan mereka, sehingga mereka dapat memaksa bangsa-bangsa itu bersatu demi kepentingan bersama. Kenyataan demikian tidak akan pernah ditemukan di seluruh pelusuk dunia sebagaimana terjadi pada masa kekuasaan keturunan Quraisy; sebab dakwah Islamiyah yang ada pada mereka sifatnya adalah universal, sehinggakan mereka dapat mengalahkan bangsa yang lainnya. Namun dewasa ini setiap daerah mempunyai orangnya sendiri yang mewakili perasaan ‘asabiyyah (kekitaan) terbesar di sana.”
[Mukadimah Ibn Khaldun (2006), Dewan Bahasa dan Pustaka, hlm. 207-208]
Before start living at 40…i firmly believe we should if we are capable..
RAJA-The living character
Hidup adalah perjuangan tanpa batas
ATANG-The living character
Hidup adalah bergerak dan mati adalah terhentinya pergerakan ini
If you choose to stop, then you are dead…so never die before its time
DZULMAJID-The living character
A tribute to a father
A difference between a winner and a loser is A WINNER CHOOSE TO WIN
BASO-The living character
proses pembelajaran itu berterusan..samaada dengan gelaran mahupun tanpa gelaran
ALIF FIKRI-The living character
A tribute to a mother
Bermimpilah! Berusahalah!
SAID-The living character
Jika hukuman itu tidak mematikanmu, maka itu mengajarmu lalu menghidupkanmu
I do always believe that everyone has their own potential as being given by Allah. It is up to each of us to live to our own potential or otherwise….
Tidak pernah terlambat untuk memasang cita-cita…Tidak pernah terlambat untuk bermimpi…Tidak pernah terlambat untuk segalanya sebelum datang 2 perkara iaitu kiamat kecil (kematian) atau kiamat besar (yaumul qiamah)
Walaupun belum habis menikmati setiap restrospeksi dan refleksi yg datang bersama pembacaan novel NEGERI 5 MENARA, aku merasakan suntikan-suntikan baru yg menghidupkan kembali sebahagian impian yang terperangkap dalam alam separa sedarku…I will run for them…
Up to this moment, i would like to give the gist of this book as a gift to each youngsters and individual who believe in HOPE..in DREAM..in REALIZING THEM
i just cannot control my adrenaline anymore from driving me up in sharing this stuff..
It is more than meet the eyes…
Actually!
i just get new insight regarding the reason some people love Muhammad Ali. Err the insight is not coming from the video. The insight is the result of more than 20 years experience in living the life as a muslim…a true muslim…be it in a mosque,… in a field,…in an office,…..in any spot in this world.
Back to Muhammad Ali:
They love the effort…the effort to stay competitive…the effort of coming back from losing ….the fact that any win requires effort…
and much more…the fight to live as a man with principles
How about Islam as your principles?
-Everyone loves winning BUT Not many people would like the idea to put the substantial effort in winning principally-
So it is not just about winning BUT how do you win!!! thats matter most–>How do you win?