IMHO…….
yes! But…
Lumrahnya tidak salah adanya perbedaan. Itu hakikat yang harus kita akui sebagai manusia. Ya! Perbedaan ini pelbagai.
Oleh kerana itulah kita harus memahaminya dalam berinteraksi dengan manusia. Kegagalan meraikan perbedaan amat merugikan malah membawa kepada permasalahan yang berpanjangan.
Kita harus punya sandaran dalam pertimbangan. Ya! mungkin juga wujud perbedaan dalam hal ini. Namun yang lebih pasti kita punya asas persamaan yang tidak dibedakan, iaitu Al-quran dan As-sunnah.
Bermula dari sini, kita meneliti analisaDr. Yusuf Al Qardhawy yang meletakkan 2 faktor perbedaan pendapat:
- Faktor Akhlak
- Disebabkan akhlak tercela seperti riak, bangga diri, fanatik dan berlebihan dalam mengangungkan sesuatu sehingga tidak berlaku adil, maka terjadilah tragedi perpecahan yang dicela. Perbedaan sebeginilah yang harus kita jauhkan.
- Faktor Pemikiran
- Hal ini mencakupi perbedaan sudut pandang (perspektif) dari segi ilmiah dan amalan. Variasi ini didapati dalam masalah fiqh seperti thaharah, solat, zakat, puasa, haji, muzik dan seterusnya. Begitu juga yang berlaku terhadap penilaian sebahagian ilmu pengetahuan dan penilaian terhadap sejarah dan tokoh-tokoh yang terlibat seperti apa yang terjadi sesama sahabat sendiri. Contohnya Ali dan Muawiyah.
Maka dari renungan ini, harus kita memahami keadaan ini sebelum menghadapinya. Kegagalan memahami adalah satu masalah.
Rujukan:
Dr. Yusuf al-Qardhawi, “Fiqh Ikhtilaf : Fiqh Perbedaan Pendapat AntaraGerakan Islam; Guna memahami perbedaan yang dibenarkan dan perpecahan yang dilarang”, Robbani Press(2002)
